Sumenep,pmiiunibamadura - Setelah angkatan Krita Yuga-25 PMII UNIBA Madura menggelar penggalangan dana dengan turun jalan dari sore hari hingga malam, kegiatan ditutup dengan aksi simbolik oleh Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNIBA Madura, Rabu, (17/12/2025) malam.

Aksi simbolik tersebut merupakan peringatan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk membrantas pelaku perusakan alam yang seringkali tidak menaati aturan yang berlaku.

Sekertaris Komisariat, M. Wakil, dalam seruan aksi simbolik dengan tegas mengatakan akan mengguruduk Pemerintah kabupaten Sumenep jika masih terdapat kerusakan alam yang sengaja dilakukan untuk kepentingan pribadi.

"Hal ini menjadi warning untuk Pemkab Sumenep untuk tidak menebang hutan secara liar, memperhatikan Galian C, dan tambak udang yang harus ditutup yang mencemari lingkungan," tegasnya dalam aksi simbolik.

Menurutnya, Pemkab tidak serius dalam mengelola kekayaan alam di Kabupaten Sumenep, yang semestinya dijaga dan dirawat sesuai undang-undang.

"Padahal dalam UU 32/2009 sudah dengan jelas mengatur AMDAL, UKL-UPL, baku mutu lingkungan, dan perizinan yang harus ditaati, di Sumenep, masih banyak prosedur yang tidak diikuti, bahkan ada tak berizin," ujarnya saat acara selesai

Di sisi lain, Ketua Komisariat PMII UNIBA Madura mengapresiasi angkatan Krita Yuga-25, anggota-kader yang terlibat serta para pendonasi yang rela meluangkan waktu, tenaga dan dana untuk peduli terhadap saudara di Sumatra-Aceh.

"ini komitmen kita dalam menerapkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP), saya berharap tidak hanya hablumminannas yang terlekasana, tetapi hablummialalam harus kita jaga," pungkasnya

Untuk menindaklanjuti intruksi Ketua Komisariat dalam menjaga alam, Badan Riset Komisariat (BRK) PMII UNIBA Madura telah mengantongi data 34 Galian C yang tidak berizin, dan 27 tambak ilegal yang terindikasi mencemari lingkungan.

Komitmen untuk mengimplementasikan Nilai-Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang menjadi arah perjuangan dalam berpikir dan bertindak.